
Dari rangkaian pagelaran TED 2009, yang masih berlangsung, ada sesuatu yang menarik dan berkaitan dengan posisi dunia kreatifitas Indonesia.
Tentu saja Anda akan mengenal dekat Gamelan. Walaupun saya tidak mengenalnya secara pribadi kecuali jaman sekolah dasar dulu, saya dihabiskan dengan bermain degung (gamelan sunda) setiap hari sabtu siang.
Namanya Gamelan X dan ArcheDream, kelompok komunitas yang mengembangkan khasanah gamelan tentunya. Menurt TED:
Gamelan X plays slinky melodies in unusual timbres, layered over sweet thumping grooves. Add the spectacular costumes and UV light dance-theater of ArcheDream and prepare to be blown away.
Seperti tulisan saya pada blog saya yang lain, rupanya Gamelan sudah dianggap oleh sebagian besar komunitas musisi dunia maupun penmerhati seni sebagai warisan budaya dunia. Bersyukurlah.
TED “Ideas worth spreading”, sesuai tag line, sejatinya adalah sebuah wadah di mana gagasan yang menarik untuk menyebarluaskan ide-ide kepada khalayak ramai. Gagasan yang menarik dari seluruh ide yang mencuat dari dunia Teknologi, Desain, Hiburan, dalam artian luas, merupakan cakupan bidang yang digeluti dan disebarluaskan.
Al-Gore, Bill Gates, Seth Godin, merupakan tokoh dalam dunianya masing-masing yang pernah dan sedang mengisi konfrensi keren ini. Hebatnya lagi, Bill Gates berdiri di depan forum sebagai seorang Dermawan bukan sebagai pakar bisnis teknologi.
Maka, ketika gamelan masuk adalam agenda pagelaran acara spektakuler ini, di Amerika, tanpa disadari kebudayaan Indonesia, lewat gamelan secara nyata diakui sebagai sesuatu yang baik, dan patut disebarluaskan.
Tinggal bagaimana, kita sendiri bisa mengembangkan hal-hal baik lainnya. Mengapa, karena gamelan dengan Gong, Cengceng, Kendang dan alat musik lainnya, dibawakan justru oleh para musisi Amerika dengan dikomandani Eric Oberthaler, composer asoy geboy dari Maryland.
Apakah acara tahun mendatang perwakilan manusia Indonesia ada yang hadir?
Semoga!
[+] bonus:
Video musik gamelan karya mereka (GamelanX)